Sabtu, 23 Agustus 2014

Tentang Jurnal Kecil

Agak sedih rasanya setelah ngobrol di chat bbm dengan seorang teman, M. M cerita kalau dia mengambil keputusan mau berhenti jadi jurnalis. Selepas kuliah, dia berkesempatan bekerja sebagai jurnalis di daerah Bandung. Jurnalis, wah padahal itu salah satu dari daftar cita-cita saya :(. Sangat disayangkan.
Kalau di flashback lagi, jadi ingat, sewaktu masa ospek kuliah dulu saya kebetulan satu kelompok dengan M. Saya sangat antusias sekali saat kami berdua pertama kali ngobrol-ngobrol, waktu itu dia cerita bahwa suka sekali dengan dunia jurnalisme, sama seperti saya. Saat itu saya merasa memiliki teman senasib deh rasanya, hahaha. Mungkin saya jarang cerita ke banyak orang bahwa saya menyukai dunia perjurnalistikan. Sewaktu SMA bahkan saya sempat mengikuti ekskul jurnalistik, JOB (Journalistic of Bonlap) namanya.

Saya selalu senang sekali melihat reporter reporter di tv, hanya saja saya takut untuk bermimpi terlalu tinggi. Orang tua juga tidak memperbolehkan untuk masuk jurusan fikom, jadi saat itu cuma bisa pasrah saja. Sebenarnya sampai sekarang diam-diam masih ada sedikit keinginan dalam hati untuk menjadi seorang jurnalis sih, makanya blog ini sampai saya beri nama jurnal kecil, hehe.
Di blog ini saya bisa leluasa menuangkan hobby menulis. Kenapa suka menulis? Saya pun tidak tau alasannya. Mungkin karena saya suka sekali membaca tulisan-tulisan orang jadi saya merasa ikut tertantang untuk membagi pikiran dalam bentuk tulisan. Beberapa blogger penginspirasi saya diantaranya @irrasistible, @shitlicious, @falla_adinda, @dianarikasari, @amrazing, @benakribo @justtryandtaste, dan maasih banyak lagi, hehehe :D.

 'Agar tidak mudah melupakan maka menulislah'. Dalam bentuk tulisan, apapun yang saya lupa jadi bisa diingat kembali. Selain itu ada kebahagiaan tersendiri saat melihat jumlah statistik pengunjung blog yang kian bertambah. Taukah kalian kebahagiaan seorang penulis itu yaitu saat tulisannya dibaca? Jadi, selamat menikmati tulisan saya dalam blog ini kawan ;).

Jumat, 22 Agustus 2014

Are You a Healthy Freak?


Modernitas dan urban lifestyle sedikit banyak mempengaruhi pola hidup masa kini. Coba lihat saja pusat-pusat kebugaran yang dulu jarang bisa kita temui namun sekarang banyak menjamur dimana mana. Bukan hanya tempat gym, tapi juga sudah banyak tempat olahraga jenis lain seperti zumba, pilates, yoga, trx, muai thai, dan yang terbaru EMS (Electical Muscle Stimulator). Semoga kebiasaan positif ini bukan cuma sekedar tren yang akhirnya habis berganti tren baru.
Terlihat sekali animo kepedulian masyarakat masa kini terhadap kesehatan sudah begitu tinggi. Sehingga mulai dikenal istilah-istilah seperti gym freak, healthy freak, yaitu orang-orang yang 'menggilai' olahraga dan pola hidup sehat. Banyak pemuda zaman sekarang yang terobsesi punya badan kotak-kotak, seperti dedy corbuzier misalnya. Having a healthy life I think is a good choice, tapi untuk menjadi seorang healthy freak, maaf saja rasanya saya tidak tertarik.

Pola hidup sehat memang penting untuk dijaga, demi kesehatan kita dimasa depan tentunya. Dengan hidup sehat dapat mengurangi resiko terkena penyakit seperti diabetes, hipertensi, kolesterol, dan kanker. Bahkan rasulullah menerapkan pola hidup sehat. Tapi ada satu hal yang tidak boleh kita abaikan, yup, menikmati hidup.
Saya rasa dengan mengurangi konsumsi gula, minyak, dan makanan berpengawet serta perbanyak makanan bergizi seimbang secukupnya, dan olahraga secukupnya itu semua sudah cukup untuk menjadi lifestyle yang sehat. Jadi tidak perlu sampai mengorbankan kenikmatan hidup dengan menjadi healthy freak demi penampilan semata. Tapi yah semua kembali lagi ke pilihan hidup masing-masing pribadi. Life is a choice, rite?

Meskipun saya menerapkan pola hidup sehat, kadang kala saya suka jajan kok. Eits penafsirannya jangan dibalik yah! Bukan melulu cheating meal dijadikan prioritas, sampai mengabaikan makanan utama, seperti orang yang diet, suatu waktu dia makan, lalu dia ga mau makan lagi lantaran merasa bersalah jika makan lagi. Saya memang menikmati makanan sehat yang sering saya buat sendiri di rumah, tapi pasti ada lah sesekali saatnya saya menikmati nikmatnya bakso maupun mie ayam, nyum. Rasa ingin menikmati makanan enak itu manusiawi, hanya saja tetap harus dibatasi jangan berlebih-lebihan. Tahukah kalian, di setiap mangkok bakso yang kalian lahap itu terselip rezeki untuk beli buku anak mamang penjualnya ;). Selamat makan dan salam sehat :D.


Kamis, 21 Agustus 2014

Good Living for a Good life

Makan merupakan salah satu hobby saya. Saya terbilang jenis orang yang emotional eater. Apalagi yang namanya ngemil, beuuuh, kalau belum habis satu kantong atau satu toples yah belom berhenti, hihihi :p. Dari kecil ibu saya suka sekali menyuapi saya makan, kata beliau "orang-orang mah pada ribut anaknya pada susah makan, ini mah kaya ngasih makan hewan di bonbin, lahap benerrr, hahaha".
Alhamdulillah kendati saya pencinta makanan, namun berat saya tidak pernah sampai overweight, paling berat yah 53 kg, paling agak chubby. Malah foto masa kecil saya terbilang kurus. Tapi lama-kelamaan orang-orang disekitar saya mulai menasehati, terutama keluarga, mereka bilang hati-hati, mereka khawatir saya terkena diabetes. Bukannya tanpa sebab mereka menasehati saya, bayangkan di gang tempat saya tinggal mayoritas tetangga saya mengidap diabetes, hampir setiap rumah. Kok saya tau? Kebetulan ibu saya adalah seorang perawat, kadang-kadang ibu dimintai tolong oleh tetangga untuk memeriksa kesehatan mereka. Selain penderita diabetes banyak juga yang sakit hipertensi, seperti ibu saya :(.


Dengan alasan kesehatan saya pun mulai merubah pola hidup sehat sedikit demi sedikit, entah itu belajar dari internet, majalah, dll. Berikut beberapa pola hidup sehat yang mulai saya terapkan :

1. Batasi asupan gula sederhana

Gula ternyata jahat lho. Saya pernah baca maksimal konsumsi gula yang baik untuk kesehatan satu sendok perhari. Tapi kekurangan gula juga ga baik untuk tubuh. Efek jangka pendeknya badan bisa gemetar dan keringat dingin. Efek jangka panjangnya bisa menyebabkan sakit hepatitis seperti yang pernah saya alami. Sakit hepatitis itu sama sekali gak enak. Saat itu saya disuruh dokter minum sirup sarang sari yang banyak, bayangkan saja sehari bisa menghabiskan setengah botol, rasanya benar-benar eneg. Back to the topic, jadi bijaklah dalam mengkonsumsi gula yah, sebaiknya kalau mau cari aman makanlah buah-buahan. Buah buahan itu mengandung gula alami yang bagus untuk kesehatan.

2. Kurangi minyak dan santan

Kalau untuk urusan yang satu ini rasanya tidak sulit bagi saya karena kebetulan tidak suka makanan yang berminyak dan bersantan seperti misalnya masakan padang. Minyak itu banyak mengandung lemak jenuh, yang dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, yang dapat mengakibatkan kolesterol, oh ya penderita hipertensi juga sebaiknya kurangi asupan ini yah. Sayangnya ibu saya masih bandel dan tetap suka mengonsumsi gorengan, alhasil hipertensinya sering kumat :(. Saran saya gunakan minyak olive oil, karena banyak mengandung omega3 yang bagus untuk kesehatan.

3. Olahraga

Olahraga tidak melulu harus yang berat-berat kok, apalagi bagi yang sudah berusia tidak lagi muda. Jalan kaki di pagi hari selama 30 menit juga sudah cukup untuk mengaktifkan metabolisme tubuh agar lebih lancar.


Sebenarnya masih ada banyak tips-tips kesehatan, tapi rasanya gak akan muat kalau semua harus di bahas di sini. Menurut saya menjaga kesehatan itu penting lho, untuk salah satu investasi kebahagiaan di masa tua. Kalau menunggu sakit di hari tua saya rasa sangat disayangkan di materi dan quality time bersama orang-orang tersayang kan? Yuk kita ubah kebiasaan buruk menjadi lebih baik secara pelan-pelan dan bertahap. Salam sehat :D.

Cinta Melulu (Edisi Film Korea)

DVD film adalah teman setia bagi mahasiswa kostan. Sebenarnya saya bukan penggila maniak dvd film. Tapi karena faktor bt diem di kost kostan, maka sama seperti mahasiswa kostan kebanyakan, saya pun mulai ikut-ikutan mengoleksi beberapa film.
Di sepanjang jalan raya Jatinangor terhitung ada banyak penjual dvd, rental penyewaan dvd, atau sekarang yang terbaru yaitu penjualan film dalam bentuk softcopy file. Jenis dan genre film yang dijual beragam, semuanya disusun rapi oleh penjaga toko, jadi sangat mudah untuk mencari film yang akan dibeli. Ada film horor, komedi, romansa, action, animasi, kartun, film Jepang, film Barat, film korea, film India, dsb. Saya rasa paling banyak peminatnya adalah film korea beserta drama seriesnya, bisa dilihat dari deretan raknya yang paling panjang.
Saya sendiri tidak terlalu suka banget film korea sebenarnya, tadinya semula saya menjudge kebanyakan filmnya berisi cinta menye-menye seperti kisah-kisah opera sabun pada umumnya, kalaupun tidak paling berisi konflik perebutan harta yang penuh intrik, hahaha :D. Ternyata perkiraan saya salah, ada banyak lho film korea yang berkualitas juga, yang kisahnya bukan sekedar seputar cinta-cintaan sepasang kekasih. Berikut film maupun drama korea yang menurut saya bagus:

1. Cinta kepada keluarga – Film Hello Ghost
Kalau dari judulnya yang horor pasti para penonton yang gak suka film seram seperti saya langsung mundur. Eiiits, tunggu dulu! Meskipun di kisah film ini ada hantunya, tapi suer deh, sama sekali gak serem kok :). Film ini mengisahkan tentang seorang pemuda sebatang kara yang bosan hidup karena kesendiriannya, hingga akhirnya dia memutuskan bunuh diri. Berkali-kali mencoba bunuh diri namun selalu gagal hingga suatu hari dia bertemu hantu hantu yang meramaikan hidupnya. Kisah film ini cukup lucu, mengisahkan berapa berartinya cinta dalam keluarga. Beberapa temen cowok saya bahkan sampai menangis nonton film ini, hihihi.


2. Cinta kepada guru - Drama series God of study
Drama series ini sebenarnya agak mirip dengan Great Teacher Onizuka. Hanya saja saya akui Korea memang apik dalam mengemas sebuah cerita yang sebenarnya biasa-biasa jadi sangat memainkan emosi penonton, patut diacungi jempol. Drama ini mengisahkan tentang 5 orang anak yang berasal dari sekolah yang sangat buruk reputasinya. Hingga suatu hari muncul seorang pengacara yang tidak lain merupakan alumni sekolah itu. Pengacara tersebut tergerak hatinya untuk merubah reputasi sekolahnya dulu dengan cara akan mengirimkan siswa sekolah tersebut ke universitas ternama. Drama ini bercerita tentang perjuangan anak-anak dalam belajar dengan segala keterbatasan mereka masing-masing. Bagian yang paling mengharukan menurut saya yaitu saat guru guru yang notabene awalnya mereka benci (bahkan tidak diakui sebagai guru) hingga akhirnya mereka panggil dengan sebutan guru :').


3. Cinta kepada kehidupan – Drama series Thank you
Drama series ini menurut saya yang paling sedih. Pokoknya harus nyiapin tissu. Ceritanya tentang seorang anak yang tetap menjalani kehidupan dengan ceria, meskipun mengidap penyakit Aids. Dan karena anak kecil ini, ada seseorang pria yang berubah kehidupannya, dari kehidupannya yang sudah hancur menjadi lebih menghargai arti hidup.



Mungkin ada yang tau film film korea yang bagus lainnya? Oke saya akan hunting-hunting lagi. Hidup anak kostan!! Hidup film dvd!! Hahaha :p

Selasa, 19 Agustus 2014

Dirgahayu Bangsaku

Sebagai orang Indonesia, kurang afdol rasanya kalau belum mbahas tentang euforia pesta 17-an. Meskipun kenyataannya di gang perumahan saya sih adem ayem saja, tidak ada sedikitpun ramai ramai, karena beberapa tahun belakangan ini di Rt tempat tinggal saya memang tidak pernah diadakan lomba 17-an lagi. Kangen juga sih sejujurnya sama perlombaan perlombaan 17-an semasa kecil. Mungkin karena penghuni gang di tempat tinggal saya anaknya sudah beranjak dewasa, jadi kalaupun mau diadakan lomba kemungkinan tidak akan ada lagi pesertanya :').


Jadi bahas apa dong di postingan ini? Sabar, sabar, hehe. Di TV biasanya menjelang 17-an ramai mewacanakan bahwa "Indonesia belum merdeka, masih banyak bla bla bla, dan bla bla bla". Sebenernya kalau dipikir-pikir ada benarnya juga sih, contohnya dalam hal pendidikan yang masih belum merata. Untuk kota-kota yang sudah maju, seperti Kota Bekasi, dimana saya tinggal, akses pendidikan sudah sangat mudah dijangkau.
Kebetulan tahun ini adik saya masuk SMA, yang saya rasakan pendaftaran masuk SMA begitu mudah, berbeda sekali dengan jaman saya dulu, semuanya sekarang bisa diakses dari internet di rumah. Tidak perlu mondar mandir ke sekolah yang dituju. Sungguh keadaan yang drastis sekali bila dibandingkan dengan desa tempat saya bertugas sewaktu kegiatan KKN (Kuliah, Kerja Nyata) yaitu di daerah Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis.
Jangankan akses internet, akses menuju sekolah saja sudah sangat sulit, perlu jalan kaki berkilo-kilometer untuk menuju sekolah. Kendati demikian tidak menyurutkan semangat anak-anak di sana untuk menuntut ilmu. Ada beberapa cerita yang cukup menyentuh hati saya waktu itu.
Saat itu kelompok mahasiswa KKN akan mengadakan penyuluhan menyikat gigi di SD, penyuluhan akan diadakan esok hari sementara kami belum mengabari anak-anak SD untuk membawa perlengkapan menyikat gigi. Akhirnya atas inisiatif ketua koordinator desa (kordes), saya dan kedua teman saya ditugaskan untuk silaturahmi ke rumah anak-anak SD untuk memberi info. Saya sungguh tidak menyangka ternyata rumah anak-anak itu sungguh jauh-jauh. Untungnya ada anak SD yang semangat sekali membantu kami untuk menunjukkan rumah siswa-siswa lain. Saya sungguh tidak menyangka ternyata rumah anak-anak itu sungguh jauh-jauh. Di sana jarang ada angkot, sehingga kebanyakan harus ditempuh dengan berjalan kaki. Tapi anak SD itu tetap dengan senang hati dan ceria membantu kami keliling desa mengunjungi seluruh rumah temannya.


Kami mahasiswa KKN saat itu diberi kesempatan oleh Pak Lurah untuk belajar bersama adik-adik SD Darmacaang selama dua minggu. Selama kegiatan belajar mengajar, ada beberapa teman saya yang bertugas menerangkan pelajaran di depan kelas. Sedangkan saya berkeliling untuk membantu yang kesulitan mengerjakan tugas. Saat saya lewat banyak diantara siswa yang menutup tugas yang dikerjakan dengan tangan. Ternyata tidak sedikit siswa kelas 5 yang belum bisa mengerjakan soal perkalian yang mudah. Lalu saya ajak mengobrol mereka, saya tanyakan "kenapa tidak belajar kelompok, dek? Supaya bisa pintar sama-sama semuanya". Jawabannya saya rasa sangat membuat sedih siapa pun yang mendengar. "Si x rumahnya jauh banget kak, pulang sekolah ga bisa belajar karena harus bantu bantu di kebun". Ternyata Indonesia belum sepenuhnya merdeka yah? Hanya saja bentuk penjajahannya tidak lagi oleh kompeni. Dirgahayu wahai Negeriku, semoga kedepannya membuat nyaman siapa pun yang mencintaimu, Indonesiaku.

Senin, 18 Agustus 2014

Senandung Lelah


Mengejar matahari
Tak habis sehari peluh
Aku tetap cuma bisa menunggu
Layak bunga pukul lima
Bisa apa?

Tak bisakah sesekali ia datang saat gelap menyesap
Hingga hilang rasa takut lenyap
Sebesar aku mengiba sebesar senyum kian menyeringai
Mungkin jenaka pikirnya
Tak tahukah ada kalut dirasa disini?

Ah matahari, riang sekali
Peluh yang memerah 
Kau anggap penanda taat
Alangkah pongah
Tak dirasakah ku mulai lelah?

Cooking Passion Dadakan

Membiasakan diri untuk rutin nulis postingan lumayan susah yah ternyata. Lebih seringnya bingung mau nulis apa. Tema tulisan kali ini random sekali, judulnya cooking passion selama engga ada kegiatan. Seharusnya seminar usulan penelitian saya diadakan minggu kemarin, tapi berhubung ada sedikit masalah jadi diundur selama 2 minggu, huffft. Alhasil daripada mandek di kostan jatinangor, mending saya mbikin kesibukan di rumah, yeay!
Sebenernya mungkin judul postingan ini bukan cooking passion sih, agak kurang tepat saja rasanya menyebutnya passion, karena kegiatan ‘masak dadakan’ ini paling saya lakukan kalau sedang mood saja. Here it is, beberapa makanan bikinan saya yang sering direquest orang rumah.

1.       Nasi Goreng
Yup, nasi goreng, hahaha. Ini masakan andalan kalau lagi buru-buru di pagi hari, apalagi kalau krucil (re:adek) lagi kelaperan malam-malam. Ssst sebenarnya bumbu nasi goreng ini sama seperti nasi goreng pada umumnya, Cuma sering saya tambahin bumbu pasta biar rasanya jadi lebih maknyus :p.

2.       Puding caramel
Kalau resep kedua ini hidangan cemilan yang paling cepet ludes yang selalu saya bikin. Oh ya tipsnya supaya rasanya lebih gurih susu yang dipakai yaitu merek Dancaw yang rasa full cream. Jadi rasa pudingnya tidak Cuma sekedar manis, tapi juga gurih.


3.       Pizza
Bikin pizza ini sebenernya terjadi secara engga sengaja. Awalnya sih mau bikin adonan bakpao, tapi karena adonan yang dibikin kurang kalis, jadi susah dibentuk karena agak lengket, akhirnya daripada dikukus jadi dioven saja deh, lalu dengan segala modifikasi, daaan voila jadilah pizza yummy yang disukai orang serumah ;).


4.       Cake
Cake alias bolu merupakan makanan yang paaaling saya suka banget bikinnnya, terutama banana cake. Kenapa? Entah mengapa setiap bikin bolu rasanya menyenangkan seperti main masak-masakan saja deh, hihihi. Terlebih lagi saya suka banget sama aroma bolu yang baru keluar dari oven, hmmm wangiii!

5.       Lumpia ga jelas
Kenapa dinamakan lumpia engga jelas? Masakan ini seringnya saya bikin untuk ngosongin isi kulkas, jadi isinya yah tergantung apa saja yang ada, yang penting ada kulit lumpianya, hahaha. Isinya variatif, kadang kornet dan mie, kadang tahu dan pipilan jagung, kadang sayuran seperti isi risoles, kadang mayonnaise dan keju. Rasanya?entahlah, hahaha.


Saya bukanlah seorang yang jago ataupun suka banget masak sebenarnya, seperti yang tadi saya bilang, cuma sekedar iseng saja, hehehe. Makanan yang dibuat juga simple-simple banget kok, yang praktis dibikin. Kalau masalah rasa memang engga bisa dibandingin sama mamang-mamang jualan sih, tapi as long as my family love it, saya rasa lumayanlah :D.