Kamis, 29 Januari 2015
Sepatutnya
Ada kalanya menyudahi bukan karena benci
Mungkin bukan pula karena lelah menanti yang tidak pasti
Hanya saja tau diri
Karena hati yang terlalu sering berekspetasi
Hanya akan semakin melukai
Tidak butuh penjelasan kepada mereka
Yang memang tidak tau apa apa
Tentang kita
Pembenci tetaplah mereka yang hanya selalu mencerca
Yang mencinta akan tetap membela
Percuma saja,
Mengeluarkan kata kata akan sama saja
Merasa lelah?
Ya sudahi, mudah
Mengapa membuat yang sederhana menjadi terlihat susah
Lelah mendengar? cukuplah tutup telinga
Untuk apa mempersulit dengan menjadikan diri pekak
Seharusnya berhenti tu mudah
Bukannya malah meneruskan rindu yang tak sudah-sudah
Seharusnya
Minggu, 25 Januari 2015
Kopi
Kopi,
Begitu pahit, begitu hitam
Gelap nan legam
Disesapmu butir manis gula tenggelam
Aromamu begitu menghangatkan
Sehangat cuplik kenangan
Serasa baru kemarin malam
Ah, tetap saja begitu gelap nan kelam, tidak ada yang kelihatan
Begitu pahit, begitu hitam
Gelap nan legam
Disesapmu butir manis gula tenggelam
Aromamu begitu menghangatkan
Sehangat cuplik kenangan
Serasa baru kemarin malam
Ah, tetap saja begitu gelap nan kelam, tidak ada yang kelihatan
Sabtu, 17 Januari 2015
'Melihat' Tanpa Mata
Saya tiba-tiba
teringat akan seorang sepupu saya yang beberapa waktu lalu datang ke rumah
diantar oleh ibu dan kakaknya. “Tumben sekali jauh-jauh datang dari Lampung ke
Bekasi” demikian yang ada di benak saya, karena dibanding sanak saudara yang
lain saudara saya ini terhitung jarang sekali berkunjung. Pada hari kedua
menginap di rumah kami, barulah uwak (sebutan untuk kakak ayah saya, yang juga
merupakan ibu dari sepupu saya) bercerita perihal kedatangannya. “kenal dokter
yang bisa ngegugurin kandungan gak? S (sepupu saya) hamil” Tanya uwak kepada
ibu saya. Kebetulan ibu saya adalah perawat di rumah sakit negeri di Jakarta.
Tentu saja ibu saya kaget dan menolak permintaan uwak saya tersebut. “Jangan
yuk (sebutan kakak) itu dosa, lagian usia kan dungannya sudah 3 bulan, sudah
besar”. Tolak ibu saya secara halus.
Dalam hal ini
saya tidak bermaksud mengomentari tentang hamil di luar nikah yang dilakukan
sepupu saya. S berasal dari keluarga berada, masih memiliki ayah ibu lengkap
yang bersedia menuruti permintaan S, termasuk dalam hal materi, juga
kakak-kakak yang menyayanginya. S masih terdaftar sebagai salah satu mahasiswi
di Universitas di Lampung. Fisiknya sangat sempurna bahkan sangat cantik
seperti bintang-bintang drama korea. Dengan semua hal yang dia miliki mengapa
dia ingin membunuh bayinya sendiri? Atas dasar malu? Saya sampai kesal. Orang
buta bahkan binatang sekalipun saja bisa mengurus dan menghidupi anaknya dengan
segala keterbatasan yang dimilikinya. Biar bagaimanapun yang berdosa orang
tuanya bukan bayinya. Jadi salah apa si bayinya hingga harus dibunuh?
Kemarin
saat naik angkot kebetulan ada satu
keluarga yang satu angkot dengan saya. Hal yang menarik perhatian saya bukanlah
koper dan barang bawaan yang dibawa keluarga tersebut. Melainkan sepasang suami
istri tersebut yang rupanya tunanetra. Sang suami nampaknya tidak dapat melihat
sama sekali sedangkan sang istri masih bisa melihat dengan mata kirinya.
Pasangan suami istri tersebut membawa serta ketiga anaknya. Atas berkah dan
kuasa Allah, ketiga anaknya memiliki fisik yang sempurna, terutama putranya
yang berusia sekitar 3 tahun, sungguh lucu dan tampan. Saya begitu kagum dengan
kedua orang tua tersebut, dengan segala keterbatasan yang mereka miliki mereka
bahkan bisa jadi manusia yang bermanfaat terutama untuk ketiga buah hatinya.
Sungguh keluarga kecil yang harmonis.
Saya jadi
membayangkan, seandainya saya terlahir dengan keterbatasan fisik, masihkah saya
sanggup menjalani kehidupan seperti manusia pada umumnya ataukah saya akan
terus mengutuki takdir yang tidak adil dan hidup dengan kepesimisan? Seperti
itu bukan sifat manusia kebanyakan? Jangankan keterbatasan fisik. Manusia yang
memiliki fisik sempurna saja masih banyak yang mengeluhkan kekurangannya,
merasa kulitnya kurang putih lah, ingin memiliki rambut yang lurus lah, ingin
memiliki hidung mancung lah, dan masih banyak lagi. Manusia selalu merasa tidak
cukup, bahkan tidak bersyukur.
Untuk melihat
saja sulit, rasa rasanya mengurus diri sendiri saja akan terasa sulit apalagi
harus merawat orang lain? namun sungguh tidak ada yang tidak mungkin di dunia
ini. Buktinya kedua tunanetra tersebut bisa mencukupi kebutuhan diri sendiri
bahkan keluarga tanpa bergantung belas kasih orang lain, sungguh besar kuasa
dan kasih sayang Tuhan, bukan? Atas kuasa Tuhan hewan-hewan dapat hidup damai
bahkan bisa merawat keturunannya, segala makanan sumber kehidupannya tersedia
melimpah di muka bumi. Tidak ada yang tidak mungkin selagi kita mau berdoa dan
berusaha. Insha Allah.
Rabu, 03 Desember 2014
(sinopsis) Will it Snow for Christmas?
Sambil menunggu hasil uji lab
keluar, akhirnya saya bisa leyeh-leyeh santai di rumah. Saat gonta-ganti
channel tv, akhirnya ibu saya yang kebetulan hari ini sedang libur juga, minta
nonton drama korea yang ditayangkan di tv. Sebenarnya ada stasiun tv yang menayangkan
drama korea The Heirs. Drama The
Heirs ini setau saya cukup digandrungi remaja-remaja, yang tentu saja terkenal
dengan pemainnya yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik. Tapi entah mengapa
saya tidak terlalu tertarik untuk menontonnya, jadi saya lebih memilih menonton
drama korea lain yang ditayangkan di channel Rajawali tv, judulnya Will it Snow for Christmas . Awalnya hanya
menonton untuk mengisi waktu, eh ternyata cerita dramanya lumayan seru lho,
bahkan ibu saya sampai ikut menangis, hehe.
Setelah nonton drama ini, saking
penasarannya akhirnya saya googling review drama ini. How lucky!! Ternyata episode yang saya tonton hari ini adalah
episode pertama. Sebenarnya drama ini cukup jadul. Drama ini tayang di korea
pada tahun 2009.
Saya akan menceritakan sedikit
kisah pada Episode 1 ini. Cerita diawali dengan keluarga Cha Kang Jin pindah ke
sebuah kota. Cha Kang Jin hidup bertiga bersama adik dan ibunya. Ibu Kang Jin
membuka sebuah kedai teh (mungkin bisa dibilang semacam bar). Sebenarnya Kang
Jin tidak terlalu setuju dengan pekerjaan ibunya. Bos ibunya adalah seorang
tuan tanah bajingan yang genit.
Di sekolah Cha Kang Jin
adalah siswa kelas 3 SMA yang cukup populer karena dikenal tampan,
pendiam, dan pintar. Ada seorang siswi kelas 1, Han Ji Wan, memiliki seorang
mantan pacar. Pacar dari mantan pacar Han Ji Wan (duh ribet yah?) memutuskan
mantar pacar Han Ji Wan dan berkencan dengan Cha Kang Ji. Hal ini membuat patah
hati siswi-siswi penggemar Cha Kang Jin. Ji Wan ikut sebal terhadap sikap Cha
Kang Jin yang membuat patah hati para siswi. Hingga ji Wan ingin membuat sebuah
rencana yaitu dia ingin membuat Kan Jin juga merasakan seperti apa rasanya
patah hati. Ji Wan berencana membuat Kang Jin menyukainya, setelah Kang Jin
menyukainya dia akan membuat Kang Jin patah hati. Setiap hari Ji wan melakukan
banyak hal yang ‘aneh’ agar Kang Jin suka padanya, namun tetap saja ditolak
Kang Jin, How poor Ji Wan L.
Kang Jin selalu menyimpan dengan
baik liontin pemberian ayahnya agar kelak suatu hari ia dapat bertemu ayahnya,
meskipun sebenarnya ibunya sangat membenci ayahnya. Oh ya sebenarnya ibu Kang
Jin menyimpan rahasia tentang cinta pertamanya.
Kembali lagi ke kisah Kang Jin
dan Jin Wan. Jin Wan tidak meyerah untuk membuat Kang Jin jatuh cinta padanya.
Ia bahkan mengikuti Kang Jin ke rumah (kedai teh) Kang Jin. Saat berada di
depan kedai Kang Jin tidak sengaja Jin Wan mendengar ada sedikit keributan.
Rupanya Kang Jin memukul bos yang genit pada ibunya. Ibunya memarahi Kang jin.
Kang Jin berjalan keluar untuk mencari angin dan bertemu dengan Jin Wan.
Sepanjang perjalanan Jin Wan mengoceh panjang lebar memberikan beberapa ide
untuk memberi pelajaran pada bos bajingan itu. Bukannya setuju dengan saran
yang diberikan Jin Wan, Kang Jin justru mencium Jin Wan, untuk memastikan satu
hal. “Kau bilang di suratmu padaku bahwa kita mungkin di rainkarnasi masa lalu
adalah pasangan, tapi aku sama sekali tidak merasakan apa-apa saat menciummu,
sepertinya dugaanmu salah” ucap Kang Jin datar sambil berlalu.
Setelah semua kejadian yang
dialami Kang Jin, Jin Wan justru merasa iba. Besoknya Jin Wan membalas bos
genit dengan cara mencoret-coret mobil si bos. Si bos langsung marah dan
mengira itu semua ulah Kang Jin. Jin Wan langsung melerai dan mengaku, hingga
si bos memukuli Jin Wan. Kang Jin bertanya kenapa Jin Wan melakukan semua itu. “Semua
orang tau dia orang bajingan , tapi kau tidak dapat berbuat apa-apa, jadi aku
membalas bajingan itu” ucap Jin Wan
denga polos. Wuiih Jin Wan keren yah? pemberani J.
Karena melihat si bos memukul Jin Wan akhirnya Kang Jin balas memukuli si bos
di jembatan hingga secara tidak sengaja liontinn kesayangan kenangan pemberian
ayah Kang jin jatuh ke sungai Kang Jin semakin marah dan memukuli si bos. Kang
Jin diklaporkan ke kantor polisi. Bukannya membela, ibu Kang Jin justru
memarahi Kang Jin yang sedang menangisi liontin pemberian ayahnya yang hilang.
Diam-diam ibu Kang Jin menangis di rumah karena tidak memiliki biaya jaminan
agar Kang Jin buisa keluar dari penjara. Namun cinta pertama ibunya bersedia
membayar uang jaminan untuk Kang Jin dibebaskan (Cinta pertama ibunya adalah
misteri dari drama ini).
Setelah bebas dari penjara Kang Jin kembali ke jembatan dan melompat ke
sungai untuk mencari liontin. Melihat Kang Jin melompat Jin Wan mengira ia akan
bunuh diri. Namun dia lega ketika melihat Kang Jin berenang ke tepi. Karena
iba, Jin Wan berenang di sungai mencari liontin Kang Jin. Tiba-tiba dramanya
selesai. Ugh, padahal saya penasaran:’(. Kalau liat preview untuk episode
selanjutnya Kang Jin jadi suka banget sama Jin Wan, sayangnya Jin Wan terlanjur
janji untuk membuat Kang Jin patah hati saat Kang Jin jatuh hati padanya.
Overall, saya suka drama ini. Kisah
cinta masa remajanya digambarkan cukup manis. Tidak heran drama ini cukup
menguras air mata karena ditayangkan di SBS (ada yang bilang singkatan
Spesialis Bikin Sedih, hehehe). Akting pemainnya juga bagus-bagus. Dan alur
dramanya cukup menarik dan tidak membosankan. Lumayan untuk tontonan di waktu
senggang. Kalau nonton dramanya langsung jauuuuh lebih seru ketimbang baca synopsis
yang yang saya tuliskan di atas. Aaaak
can’t wait for the next episode!!
Senin, 01 Desember 2014
Manfaat Kopi
Saya akui pemahaman saya mengenai
kopi sangat sedikit, karena saya memang bukanlah seorang pecinta kopi, bisa
dibilang saya ini hanyalah pecandu kopi. Kendati memiliki penyakit maag, saya
tetap keukeuh mengonsumsi kopi di
pagi hari dengan keadaan perut kosong. Sounds
like bapak-bapak, eh? Insomnia bawaan sejak kecil pun tidak menyurutkan
kebiasaan saya untuk mengkonsumsi kopi, meskipun berkali-kali diceramahi ibu
saya, hehe.
Entahlah, tanpa secangkir kopi
rasanya saya tidak dapat memulai hari. Saya sendiri juga tidak tau kenapa jika
sehari tanpa kopi rasa kantuk selalu menghinggapi sepanjang aktivitas, hahaha,
suggesti mungkin? Saking penasarannya dengan efek short term setelah minum kopi
saya bahkan searching di internet. Ternyata rasa lemas dan kantuk yang ‘terobati’
dengan minum secangkir kopi ini disebabkan oleh kandungan kafein dalam kopi.
Kafein ternyata berfungsi sebagai perangsang susunan saraf otak, system pernapasan,
serta system pembuluh darah dan jantung sehingga setelah mengkonsumsi kopi kita akan merasa segar, daya berpikir lebih
cepat, dan tidak mudah lelah.
Selain sebagai pelengkap untuk
memulai aktivitas pagi, saya juga biasa minum kopi sebelum jogging supaya lebih
semangat dan tidak mudah capek saat berlari. Saya pernah baca di website DuniaFitness, Denny santoso bahwa selain
meningkatkan daya tahan tubuh, kopi berguna pula dalam proses pembakaran lemak
yang dapat membantu meningkatkan massa otot. The Australian Institute of Sport Team menemukan bahwa kafein pada
kopi dapat memicu otot untuk menggunakan lemak sebagai sumber energi . Kafein
juga telah banyak digunakan oleh banyak atlet terutama binaraga sebagai cara
mendapatkan energi tambahan pada setiap ajang perlombaan.
Dengan mengonsumsi kopi, tubuh
termobilisasi untuk membakar lebih banyak timbunan lemak selama berolahraga.
Kafein membantu memecah lemak menjadi sumber energi siap pakai berupa asam lemak.
Hal ini mendorong tubuh lebih banyak memanfaatkan lemak, sehingga pembakaran
karbihidrat menjadi lebih terbatas. Yang perlu diperhatikan hanya jumlah gula
yang ikut masuk bersama kopi ;D. Bahkan International
Coffee Organization menyatakan bahwa mengonsumsi 150 gram kafein (ukuran
yang biasanya ditemukan pada secangkir kopi) dapat mengurangi rasa kelelahan
serta mampu meningkatkan kinerja saat berolahraga.
Rupanya ada banyak sekali manfaat minum kopi yah ternyata. Kendati kopi ternyata memiliki banyak efek baik, namun tetap saja segala sesuatu yang dikonsumsi berlebihan akan berdampak tidak baik untuk kesehatan tubuh. Jadi, cukup konsumsi kopi dalam batas wajar saja yah, sekitar1-3 cangkir per hari.
Rupanya ada banyak sekali manfaat minum kopi yah ternyata. Kendati kopi ternyata memiliki banyak efek baik, namun tetap saja segala sesuatu yang dikonsumsi berlebihan akan berdampak tidak baik untuk kesehatan tubuh. Jadi, cukup konsumsi kopi dalam batas wajar saja yah, sekitar1-3 cangkir per hari.
Ah yaa, di bawah ini saya sertakan link video lagu youtube untuk didengarkan sambil menyeruput secangkir kopi di pagi hari, check this one out ;D.
Kamis, 27 November 2014
Kentang, Primadona Dieng yang Menjelma Menjadi Buah Simalakama
Turut prihatin deh rasanya saat menonton
tayangan berita di tv tentang nasib petani kentang di daerah Dieng. Di tv
diberitakan bahwa petani kentang di Dieng mengeluhkan krisis air yang
menyebabkan lahan kering. Sebenarnya issu mengenai kekeringan dan berbagai masalah
kerusakan alam akibat penanaman kentang sudah menjadi masalah klasik di daerah
Dieng.
Kerusakan lingkungan akibat eksploitasi lahan
Dieng menjadi tanaman kentang mengakibatkan krisis air. Sumber air sulit
didapatkan, sementara sumur-sumur yang ada tercemar pestisida. Krisis air ini
sebenarnya seharusnya membangkitkan kesadaran sebagian besar petani di Desa Karangtengah,
Dieng untuk merehabilitasi lingkungan.
Kentang yang kini identik dengan Dieng
sebenarnya adalah tanaman "impor" dari luar daerah. Sebelum
kedatangan kentang, penduduk Dieng adalah penanam jagung dan tembakau. Asal
mulanya ketika para petani kentang di Jawa Barat kehilangan tanaman mereka saat
Gunung Galunggung meletus sekitar tahun 1980-an. Lalu mereka mencari lahan yang
cocok untuk kembali bertanam kentang dan sampailah mereka di Dieng dan menanam
kentang di sana. Itulah asal usul kedatangan kentang di Dieng.
Durasi penanaman yang jauh lebih singkat dan
nilai ekonomis yang dihasilkan kentang membuat para petani Dieng tergiur, dan
perlahan tapi pasti meninggalkan tanaman tradisional mereka, tembakau dan
jagung. Dengan pendapatan yang
menggiurkan itu, tak heran jika para petani Dieng kemudian banting setir
menjadi penggarap kentang.. Pada awalnya pun kentang memang memberikan
kemakmuran bagi penanamnya. Dari kentang para petani bisa membeli sepeda motor,
mobil, bahkan naik haji.
Namun, yang tidak disadari para petani adalah
kentang ternyata tanaman "jahat" yang bisa merusak kondisi lahan di
dataran tinggi Dieng. Sifat kentang yang tidak bisa hidup di bawah tanaman lain
membuat petani rela menebang pepohonan lain demi membuka lahan kentang. Dengan
dibabatnya tanaman keras di pegunungan Dieng, maka tak ada lagi pohon berakar
kuat yang bisa menahan air hujan. Oleh karenanya, saat hujan datang, sedikit
demi sedikit lapisan subur tanah terbawa hujan yang berujung pada kritisnya
kondisi lahan.
Dampak jangka panjangnya adalah kualitas
lahan pertanian Dieng kian hari kian menurun. Akibatnya, pendapatan petani
kentang juga kian hari kian menurun. Kentang yang dahulu memberikan keuntungan
berlipat ganda tak jarang kini justru memberikan kerugian bagi petani.
Lantas
apa yang membuat prihatin? Masalah klasik yang sudah bertahun-tahun terjadi di
dataran tinggi Dieng ini nampaknya tidak menggungah pemerintah untuk turun
tangan. Krisis yang
terjadi ini sebenarnya telah membangkitkan kesadaran sebagian besar petani di
Karangtengah untuk merehabilitasi lingkungan. Para petani sudah mencoba menanam
pohon tegakan keras. Tapi, mereka tidak memiliki dana untuk mendapatkan bibit.
Sampai sekarang tak ada bantuan sama sekali dari pemerintah. Baru-baru
ini petani di Karangtengah telah menanam 60.000 pohon ekalitus. Ekalitus diharapkan dapat menjadi tanaman
alternatif pengganti kentang karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Selain itu,
ekalitus juga dapat menyimpan air sehingga dapat mengatasi masalah kekurangan
air, terutama pada musim kemarau. Sekitar 60.000 bibit ekalitus tersebut
didapat petani setempat dari sejumlah instansi swasta. Kelompok tani pernah
mengajukan bantuan kepada pemkab setempat, namun sampai saat ini belum ada
realisasi.
Langganan:
Postingan (Atom)





.jpg)